Pelajarpro.id – Institut Pertanian Bogor (IPB) memiliki sederet program studi dengan jumlah peminat yang rendah pada seleksi SNBT 2026. Data dari laman resmi SNPMB menunjukkan ada 15 jurusan sepi peminat di IPB yang justru menawarkan peluang lolos lebih tinggi dan prospek karier menjanjikan bagi calon mahasiswa baru.
IPB sendiri berlokasi di Jl. Raya Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan memiliki 68 program studi dengan akreditasi unggul hingga 2028. Menariknya, beberapa prodi yang jarang dilirik ternyata membuka jalan menuju profesi-profesi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Profil Singkat IPB dan Kondisi Persaingan SNBT 2026
IPB dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, khususnya untuk bidang pertanian, kelautan, dan biosains. Dengan 68 program studi berakreditasi unggul, kampus ini menjadi incaran ribuan calon mahasiswa setiap tahunnya.
Namun, persaingan antarprodi di IPB tidak merata. Beberapa jurusan seperti Komunikasi Digital dan Media memiliki 4.727 peminat, sementara Akuntansi mencatat 3.230 peminat. Di sisi lain, ada prodi yang peminatnya tidak sampai 300 orang. Ketimpangan ini sebenarnya menjadi celah strategis bagi kamu yang ingin lolos SNBT 2026 dengan peluang lebih besar.
Daftar 15 Prodi IPB dengan Peminat Terendah dan Data Peluang Lolosnya
Berikut adalah 15 jurusan sepi peminat di IPB berdasarkan data peminat tahun 2025, lengkap dengan kuota dan persentase peluang lulus SNBT 2026.
Fisika — 211 Peminat, Peluang 17,1%
Fisika menjadi prodi dengan peminat paling sedikit di IPB. Dengan kuota 36 kursi dan hanya 211 pendaftar, peluang lolosnya mencapai 17,1%. Jurusan ini membekali mahasiswa dengan keahlian di bidang instrumentasi pertanian, penginderaan jauh, dan riset teknologi pertanian modern. Lulusannya dibutuhkan di lembaga riset serta industri teknologi.
Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan (Kampus Sukabumi) — 242 Peminat
Prodi yang berlokasi di kampus Sukabumi ini mencatat 242 peminat dengan kuota 21 kursi. Peluang lolosnya 8,7%. Meski lokasinya jauh dari kampus utama Bogor, lulusan jurusan ini sangat dicari oleh industri pembenihan ikan. Indonesia sebagai penghasil ikan terbesar di dunia masih kekurangan tenaga ahli di sektor ini.
Teknologi Hasil Perairan — 260 Peminat
Dengan kuota 30 kursi dan peluang lulus 11,5%, jurusan ini fokus pada pengolahan serta pengawetan hasil laut. Lulusannya dapat bekerja di industri pengalengan ikan, ekspor hasil laut, maupun membuka usaha sendiri di sektor perikanan.
Matematika — 276 Peminat
Matematika di IPB hanya diminati 276 orang pada tahun 2025, padahal lulusannya banyak dicari di era big data. Kuota SNBT 2026 sebanyak 33 kursi memberi peluang lulus 12%. Karier terbuka sebagai data analyst, aktuaris, atau peneliti pemodelan matematika di sektor pertanian dan kelautan.
Bioinformatika — 284 Peminat, Peluang 5,3%
Gabungan biologi dan informatika ini masih jarang dikenal calon mahasiswa. Kuota hanya 15 kursi sehingga peluang lolosnya 5,3%. Namun, prospek kerjanya sangat menjanjikan di lembaga riset kesehatan, perusahaan farmasi, dan bidang data science untuk data biologis.
Baca juga: 20 Jurusan Sepi Peminat di Unsoed dan Peluang Masuknya 2026
Peluang Karier Tersembunyi dari Prodi yang Kurang Diminati
Banyak calon mahasiswa mengira jurusan sepi peminat identik dengan prospek kerja yang terbatas. Kenyataannya justru sebaliknya. Beberapa prodi berikut menawarkan jalur karier yang sangat spesifik dan dibutuhkan pasar.
Proteksi Tanaman — 303 Peminat
Prodi ini mempelajari perlindungan tanaman dari hama, penyakit, dan gulma. Kuota 30 kursi dengan peluang lulus 9,9%. Lulusan sangat dibutuhkan di perusahaan perkebunan sawit, teh, dan karet sebagai ahli pengendalian hama terpadu.
Teknologi dan Manajemen Perikanan Budidaya — 324 Peminat
Fokus pada budidaya ikan, udang, dan organisme air lainnya, jurusan ini menyediakan 36 kursi dengan peluang 11,1%. Sektor budidaya perikanan termasuk yang paling cepat berkembang di Indonesia, dan lulusannya bisa menjadi manajer tambak, konsultan budidaya, atau wirausaha pembenihan.
Manajemen Sumberdaya Perairan — 348 Peminat
Prodi ini berkaitan erat dengan isu lingkungan, yaitu pengelolaan dan konservasi sumber daya air. Kuota 30 kursi, peluang lulus 8,6%. Lulusannya bekerja di lembaga konservasi, taman nasional, dan pemerintah daerah untuk pengelolaan daerah aliran sungai.
Biologi — 354 Peminat
Biologi di IPB memiliki fasilitas dan tenaga pengajar yang sangat mumpuni. Kuota 33 kursi, peluang lulus 9,3%. Profesi yang bisa dituju antara lain peneliti, teknisi laboratorium, serta tenaga ahli di industri farmasi, kosmetik, dan konservasi keanekaragaman hayati.
Kimia — 360 Peminat
Sama seperti Fisika dan Matematika, Kimia juga kurang diminati. Padahal keahlian kimia sangat fundamental di industri pangan, farmasi, dan pertanian. Kuota 36 kursi, peluang lulus 10%. Lulusan bisa bekerja di laboratorium kontrol kualitas maupun perusahaan pupuk.
Prodi Kampus Sukabumi dan Bidang Kehutanan yang Layak Dipertimbangkan
IPB memiliki kampus cabang di Sukabumi yang menyelenggarakan beberapa prodi unik. Selain itu, bidang kehutanan juga menawarkan peluang menarik.
Teknologi Hasil Hutan — 370 Peminat
Jurusan ini mempelajari pengolahan kayu dan hasil hutan non-kayu menjadi produk bernilai tambah. Kuota 33 kursi dengan peluang 8,9%. Lulusan dapat bekerja di industri mebel, pengawetan kayu, atau mengembangkan produk inovatif dari rotan dan bambu.
Teknologi dan Manajemen Ternak (Kampus Sukabumi) — 372 Peminat
Berlokasi di kampus Sukabumi, prodi ini fokus pada manajemen peternakan modern. Kuota 21 kursi, peluang lulus 5,6%. Lulusan dibutuhkan untuk mengelola peternakan sapi perah, ayam broiler, dan kambing etawa secara profesional.
Data Peminat Prodi Meteorologi, Perikanan Tangkap, dan Manajemen Lahan
Tiga prodi terakhir dalam daftar ini tetap memiliki peminat di bawah 450 orang, menjadikannya pilihan strategis untuk SNBT 2026.
Meteorologi Terapan — 393 Peminat
Prodi yang mempelajari cuaca dan iklim serta aplikasinya di pertanian, kelautan, dan penerbangan. Kuota 30 kursi, peluang lulus 7,6%. Lulusan sangat dicari oleh BMKG, Kementerian Pertanian, dan perusahaan penerbangan.
Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap — 432 Peminat
Berfokus pada teknik penangkapan ikan berkelanjutan, jurusan ini menyediakan 36 kursi dengan peluang 8,3%. Lulusan bisa bekerja di perusahaan perikanan tangkap atau Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Manajemen Sumberdaya Lahan — 439 Peminat
Prodi penutup daftar ini mempelajari pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan. Kuota 27 kursi, peluang lulus 6,2%. Di era perubahan iklim, keahlian mengelola lahan secara lestari semakin penting dan dibutuhkan.
Strategi Memilih Jurusan Sepi Peminat di IPB secara Tepat
Memilih jurusan sepi peminat bukan berarti asal pilih prodi yang mudah dimasuki. Kamu perlu mempertimbangkan beberapa hal agar keputusan ini benar-benar menguntungkan.
Pertama, pastikan kamu memahami bidang ilmu yang akan dipelajari selama empat tahun ke depan. Kedua, riset peluang karier dari prodi tersebut agar sesuai dengan cita-cita dan minatmu. Ketiga, perhatikan lokasi kampus — beberapa prodi berada di kampus Sukabumi, bukan di Bogor.
Yang tak kalah penting, jangan terjebak stigma bahwa IPB hanya untuk “anak pertanian.” Lulusan IPB memiliki reputasi kuat di mata dunia kerja, bahkan untuk prodi-prodi yang tampak kurang populer. Peluang lolos yang besar dan prospek karier yang cerah menjadi dua keunggulan utama dari jurusan-jurusan ini.
Peluang Besar di Balik Jurusan yang Jarang Dilirik
Dari 15 jurusan sepi peminat di IPB, Fisika memiliki peluang lolos tertinggi yaitu 17,1%, diikuti Matematika (12%) dan Teknologi Hasil Perairan (11,5%). Semua prodi ini menawarkan jalur karier yang spesifik dan sangat dibutuhkan oleh industri maupun pemerintah.
Bagi kamu yang sedang mempersiapkan SNBT 2026, daftar ini bisa menjadi pertimbangan penting. Pilihlah prodi yang sesuai minat, lalu manfaatkan peluang persaingan yang lebih rendah untuk mengamankan kursi di salah satu universitas terbaik Indonesia. Pantau terus informasi terbaru dari portal SNPMB agar tidak ketinggalan jadwal penting pendaftaran.





