- Total Daya Tampung Unhas 2026 dan Pembagian Jalur Seleksi
- Daya Tampung SNBP 2026 Unhas untuk Prodi Favorit
- Rincian Kuota Prodi Rumpun Teknik dan Sains
- Kebijakan Penilaian SNBP Unhas 2026
- Strategi Memilih Prodi Berdasarkan Daya Tampung
- Mengapa Kuota SNBP Unhas Naik sementara Total Daya Tampung Turun?
- Penutup
- FAQ
Pelajarpro.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi mengalokasikan 3.620 kursi untuk jalur SNBP 2026. Angka ini tersebar di 87 program studi — mulai dari rumpun sains, teknik, kesehatan, hingga humaniora. Buat kamu yang mengincar kampus terbesar di Indonesia Timur ini, informasi daya tampung SNBP 2026 Unhas jadi modal penting sebelum menentukan pilihan prodi.
Pendaftaran SNBP 2026 sudah dibuka sejak 3 Februari 2026. Persaingan diprediksi tetap ketat mengingat Unhas konsisten menjadi magnet bagi puluhan ribu pendaftar setiap tahunnya.
Key Takeaways
- 3.620 kursi SNBP tersedia di Unhas untuk 2026 — naik dari 3.270 kursi pada 2025, meski total daya tampung keseluruhan justru turun 1,7%.
- Kuota tersebar di 74 prodi S1 dan 13–14 prodi sarjana terapan (vokasi), dengan Ilmu Hukum sebagai prodi berkapasitas SNBP terbesar (124 kursi).
- Nilai rapor tetap menjadi komponen utama seleksi; nilai TKA digunakan sebagai pembanding, bukan penentu kelulusan.
Total Daya Tampung Unhas 2026 dan Pembagian Jalur Seleksi
Secara keseluruhan, Unhas menyediakan 11.623 kursi untuk mahasiswa baru tahun 2026. Jumlah ini turun sekitar 1,7% dari tahun sebelumnya yang mencapai 11.825 kursi.
Penurunan bukan tanpa alasan. Pihak kampus menyebut keputusan tersebut diambil setelah mengevaluasi rasio dosen terhadap mahasiswa, kapasitas ruang kuliah, serta data penerimaan tahun sebelumnya. Tujuannya jelas: menjaga kualitas pengajaran.
Pembagian kuota berdasarkan jalur seleksi:
- SNBP: 3.620 kursi (31,14%)
- SNBT-UTBK: 5.761 kursi (49,57%)
- Seleksi Mandiri: sekitar 19,23% dari total
Menariknya, meskipun daya tampung total turun, porsi SNBP justru naik signifikan — dari 27,65% di 2025 menjadi 31,14% di 2026. Ini berarti Unhas memberi ruang lebih besar bagi siswa berprestasi untuk masuk lewat jalur rapor.
Baca juga: 15 Jurusan Sepi Peminat di IPB untuk SNBT 2026 dan Prospeknya
Daya Tampung SNBP 2026 Unhas untuk Prodi Favorit
Tidak semua prodi punya kuota SNBP yang besar. Beberapa jurusan populer justru menyediakan kursi terbatas, sehingga persaingannya makin sengit. Berikut rincian kuota SNBP beberapa prodi yang banyak diminati:
- Ilmu Hukum — 124 kursi (total 590)
- Sastra Inggris — 83 kursi (total 207)
- Pendidikan Dokter — 76 kursi (total 360)
- Manajemen — 70 kursi (total 350)
- Akuntansi — 70 kursi (total 300)
- Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok — 57 kursi (total 150)
- Kedokteran Hewan — 51 kursi (total 165)
- Teknik Elektro — 50 kursi (total 175)
- Sastra Indonesia — 72 kursi (total 150)
- Ekonomi Pembangunan — 45 kursi (total 225)
Dari daftar di atas, kamu bisa melihat bahwa Ilmu Hukum menjadi prodi dengan alokasi SNBP paling banyak. Sementara itu, prodi seperti Pendidikan Dokter punya kuota total besar tapi porsi SNBP-nya relatif kecil — hanya sekitar 21% dari keseluruhan kursi.
Rincian Kuota Prodi Rumpun Teknik dan Sains
Bagi kamu yang tertarik rumpun teknik, Unhas menawarkan beragam pilihan dengan kuota SNBP bervariasi:
Teknik Sipil menyediakan 34 kursi SNBP dari total 170, Teknik Informatika membuka 27 kursi dari total 131, dan Teknik Mesin mengalokasikan 34 kursi dari total 130. Prodi yang relatif baru seperti Teknik Geodesi hanya menyediakan 15 kursi SNBP dari total 60 — angka yang cukup kecil dan berpotensi sangat kompetitif.
Di rumpun sains dan pertanian, Peternakan justru menjadi salah satu prodi dengan total kuota terbesar di Unhas, yakni 450 kursi. Prodi-prodi di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan juga membuka puluhan kursi SNBP, misalnya Ilmu Kelautan dengan 84 kursi total.
Kebijakan Penilaian SNBP Unhas 2026
Salah satu hal yang perlu kamu pahami soal daya tampung SNBP 2026 Unhas adalah bagaimana proses seleksinya bekerja. Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa nilai TKA dari Kemendikdasmen tidak menjadi penentu kelulusan. Nilai tersebut hanya dipakai sebagai pembanding dan referensi.
Logikanya begini: kalau nilai rapor tinggi dan TKA juga bagus, pihak kampus makin yakin. Tapi kalau TKA rendah sementara rapor konsisten tinggi, Unhas akan menggunakan data tersebut secara bijak — bukan langsung menggugurkan.
Komponen penilaian SNBP di Unhas terdiri dari:
- Nilai rapor seluruh mata pelajaran — bobot minimal 50%
- Mata pelajaran pendukung, portofolio, dan prestasi — sisanya, dengan komposisi yang ditetapkan masing-masing prodi
Kebijakan ini memberi sinyal positif bagi siswa yang punya konsistensi akademik selama SMA, meskipun hasil TKA-nya tidak sempurna.
Baca juga: 20 Jurusan Sepi Peminat di Unsoed dan Peluang Masuknya 2026
Strategi Memilih Prodi Berdasarkan Daya Tampung
Mengetahui daya tampung SNBP 2026 Unhas saja tidak cukup. Kamu perlu menerjemahkan data tersebut menjadi strategi konkret. Beberapa pendekatan yang bisa dipertimbangkan:
Pertama, bandingkan kuota SNBP dengan jumlah peminat tahun sebelumnya. Prodi dengan kuota besar belum tentu mudah ditembus kalau peminatnya juga membludak. Sebaliknya, prodi dengan kuota sedang tapi peminat sedikit bisa jadi peluang emas.
Kedua, manfaatkan dua pilihan prodi secara strategis. Satu pilihan untuk jurusan impian, satu lagi untuk jurusan “realis” yang peluang tembus-nya lebih tinggi berdasarkan rasio kuota terhadap peminat.
Ketiga, perhatikan apakah sekolahmu mendapat kuota tambahan. Beberapa sekolah memperoleh alokasi ekstra berdasarkan akreditasi atau penggunaan e-rapor, yang bisa memengaruhi peluangmu.
Data resmi daya tampung bisa kamu cek langsung di portal snpmb.id setelah login dengan akun SNPMB masing-masing.
Mengapa Kuota SNBP Unhas Naik sementara Total Daya Tampung Turun?
Fenomena ini sebenarnya menunjukkan pergeseran prioritas Unhas. Dengan menaikkan proporsi SNBP dari 27,65% ke 31,14%, kampus memberi bobot lebih pada prestasi akademik sebagai jalur masuk utama.
Di sisi lain, kuota SNBT-UTBK justru dipangkas — dari 6.242 kursi (2025) menjadi 5.761 kursi (2026). Jalur mandiri pun hanya mengambil porsi 19,23%, turun tipis dari 19,56%.
Kebijakan ini sejalan dengan komitmen Unhas sebagai PTNBH untuk menjaga transparansi dan keadilan. Dengan memperbesar porsi jalur nasional (SNBP + SNBT mencapai lebih dari 80%), ruang untuk seleksi mandiri justru diminimalkan.
Bagi calon mahasiswa, ini kabar baik. Peluang masuk lewat jalur nasional — yang prosesnya lebih terstandar dan transparan — menjadi lebih lebar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Penutup
Daya tampung SNBP 2026 Unhas yang mencapai 3.620 kursi memberikan peluang nyata bagi siswa berprestasi di seluruh Indonesia. Kenaikan proporsi dari 27,65% menjadi 31,14% menunjukkan bahwa Unhas makin serius menghargai jalur berbasis rapor dan prestasi.
Namun, angka kuota saja tidak menjamin apa-apa tanpa strategi pemilihan prodi yang matang. Pahami rasio peminat terhadap kuota, kenali kekuatan akademikmu, dan jangan ragu memanfaatkan pilihan kedua sebagai jaring pengaman. Kompetisi di kampus sekaliber Unhas memang tidak pernah ringan — tapi dengan data yang tepat, kamu bisa membuat keputusan yang lebih cerdas.
FAQ
Berapa total daya tampung SNBP 2026 di Unhas?
Unhas mengalokasikan 3.620 kursi untuk jalur SNBP 2026, atau sekitar 31,14% dari total 11.623 daya tampung keseluruhan. Kuota ini tersebar di 87 program studi yang mencakup 74 prodi S1 dan 13–14 prodi sarjana terapan (vokasi).
Apakah daya tampung Unhas 2026 naik atau turun?
Total daya tampung Unhas turun 1,7% dari 11.825 (2025) menjadi 11.623 (2026). Namun, porsi jalur SNBP justru naik signifikan dari 3.270 kursi (27,65%) menjadi 3.620 kursi (31,14%).
Prodi apa yang punya kuota SNBP terbesar di Unhas 2026?
Ilmu Hukum memiliki kuota SNBP terbesar dengan 124 kursi. Disusul Sastra Inggris (83 kursi), Pendidikan Dokter (76 kursi), Sastra Indonesia (72 kursi), serta Manajemen dan Akuntansi masing-masing 70 kursi.
Apakah nilai TKA menentukan kelulusan SNBP di Unhas?
Tidak. Rektor Unhas menegaskan nilai TKA dari Kemendikdasmen hanya digunakan sebagai pembanding dan referensi, bukan penentu kelulusan. Nilai rapor tetap menjadi komponen utama dengan bobot minimal 50%.





